ASRAMA
angin bertiup kencang, sementara matahari mulai tenggelam. kakiku tak bisaku gerakan, mataku terus menatap ke arah semak itu, padahal rumahku tingal beberapa meter di depan hidungku. daun daun yang berguguran tertiup oleh angin sore melayang melewati kepalaku. suara itu semakin jelas semakin keras. kini terdengar suara binatang yang menjerit menggema masuk kedalam telingaku. burung burung berterbangan menyingkir dari pohon-pohon di depanku, seaakan ada bahaya yang menghadang menghambpiri mereka. angin bertiup sangaat dingin, menusk hinga ke urat nadiku.
terdengar suara langkah kaki besar menghampiri, di balik pohon itu terlihat samar samar bayangan seekor binatang yang sangat besar. badanku merinding, aku ingin berlari lurus ke rumahku, mendobrak pintu depan rumaah dan langsung menuju menyelimuti diri di dalam kamarku. "kakak~" di depan pintu rumahku adikku memangilku, seketika bayangan itu mulai mengecil dan menghilang. "kak cepat masuk itu mama lagi bikin kangkung, kalau ngk, ntr ipey abisin!" adiku belari masuk ke rumah. secara tak langsung adikku menyelamatkanku dari kekakuan yang mendalam, sebuah ketegangan yang membuat aku membisu. kini kakiku sudah bisa di gerakan kembali kini aku berjalan menuju rumahku sambil bertanya-tanya apa dan siapa sebenarnya sosok itu.
esoknya pagi pagi sekali aku terbangun,menghirup udara bersih dan merasakan terpaan sinar matahari pagi yang indah. tak kusangka hari hari kemarin sangat menggagumkan bagiku, tak terbayangkan olehku hari itu akan pernah datang. tapi hari kemarin hanyalah sejarah, tiap detik yang kulewati kini menjadi sebuah sejarah singkat dalam kehidupn.
keluargaku berada di ruang makan, mereka sedang sarapan. seperti biasa, aq tidak terlalu suka untuk sarapan, maka aku mencuri curi langkah menuju pintu luar. tinggal 3 langkah lagi menuju pintu ibu ku memanggil " hey mau kmn? ayo cepat sarapan anakku! ada yang ibu dan ayah ingin sampaikan padamu, cepat sini!!",hampir saja tinggal beberapa langkah lagi aq sampai pada surga tanpa sarapan, hanya saja mungkin takdirku untuk sarapan pada hari ini.
aku berjalan menuju tempat duduk dengan memasang muka yang cemberut, lalu menyambar piring serta mengambil beberapa sendok kecil nasi beserta lauk pauknya. "kami punya berita bagus untuk mu anakku" ibuku berkata sambil menyuapi adiku " kami akan mengirimmu ke asrama bersama binatang binatang lainya yang seumuran denganmu", "hah?" aku menelan langsung sisa makananku yang berada di dalam mulut. "asrama? untuk apa bu?" yang kubayangkan setelah mendengar kata asrama adalah jauh dari orangtua, aku harus bnr bnr hidup mandiri, "huft" apakan harus ku jalani sisa hidupku di sebuah asrama yang pastikan membosankan huft
"nanti juga km akan terbiasa dengan teman teman barumu, percayalah" ibuku berkata dengan lembut tapi bagiku bagaikan belut yang licin, hanya sebuah bujukan..
ayahku hanya terdiam menatap koran yang di pegangnya, di temaani secangkir teh yang manis, sedangkan adiku, ia sibuk memainkan makanannya di atas meja.
aku berpaling dan berjalan menuju kamarku tanpa xpresi. ku tutup pintu kamarku, niatku untuk keluar rumah mencari udara segar di batalkan oleh berita itu. sungguh malangnya nasibku, jujur saja aku ini memang tipe yang manja, tak bisa jauh dari oragtua dan aku ini belum siap untuk hidup sendri tanpa ada yang membantu.
aku berbaring di atas kasurku, menatap langit langit yang kotor oleh debu, dihiasi sarang laba-laba di setiap pojok kamarku. "aku belum siap, aku tidak bisa tuk berdiri sendri" kataku dlam hati, semua pikiran buruk melayang dalam benakku, membuat kepalaku penuh oleh beban derita....
"bagaimana jika dsana aku tak dapat makan? bgaimna jika dsna aku di olok olok binatang lain?, bgaimana jika aku tak dapat teman di asrama? bagaimana jika ini bagaimana jika itu" semua kata bagaimana terngiang di pikiranku, kegelisahan menjadi satu dengan ketakutan sehingga tak dapat lagi aku berfikir jernih.
satu persatu pikiran buruk terlintas di kepalaku hingga akhirnya aku tertidur...
hingga sore hari tiba, aku baru terbangun. rasanya aku lupa akan segalanya, pening kepalaku aku merasakan sebuah kegelisahan tapi lupa mengapa. aku tersadar aku baru saja tertidur di timpa pikiran pikiran burukku sendri. aku mencoba berdiri berjalan menuju luar kamar, namun sebelum ku buka pintu kamarku, pintu itu terbuka sendri. ternyata ibuku yang membukanya "ayo cepat, sekara kita akan pergi ke asarama, ibu telah menyiapkan barang barang yang mesti kau bawa, sekarang ayo cepat kita berangkat" kata ibuku sambil menariku sampai ke ruang tamu. "tapi bu, knp harus secepat ini, bahkan aku belum mempersiapkan segalanya, aku belum siap bu, lihat mataku, aku baru terbangaun dari tidurku. ibu aku tidak siap untuk tinggal di asrama" . ibu tak menghiraukan keluh kesalku ia langsung memakaikanku sebuah jaket dan ranse yang berat, mungkin isinya adalah perlengkapan untuk tinggal disana. dan kami pun berangkat.
tak kusangka haruskah ini terjadi? aku lelah untuk mengeluh jadi selama perjalanan aku terdiam. hanyal 10 menit berjalan dari rumahku aku sampai di sebuah pelabuhan, di ujung sungai, disana terdapat sebuah danau yang sangat besar dan indah, namun semua itu tak dapat mengobati rasa kesalku, aku tetap terdiam. disana kami memakai perahu untuk menyebrang kesisi lain dari danau, banyak binatang binatang lain yang sama denganku, mereka sama akan di masukan ke dlam asrama itu. tapi xpresi dari tiap anak berbeda. kebanykan sama sepertiku cemberut tak ber xpresi. bahkan ada yang sampai menangis. tapi beberapa anak terlihat gembira tak memikirkan akan keburukan disana, mereka tertawa dan tersenyum. aku tak dapat membayangkan apa yang mereka pikirkan.
sesampainya di sisi lain danau, aku melihat sebuah bangunan yang besar sekali, mewah besar luas dan di kelilingi oleh pemandangan yang luar biasa indah. aku berjalan bersama ibuku dan bersama gerombolan bintang lainnnya. sampai di muka gerbang pintu masuk asrama, semua orang tua tidak boleh lagi untuk mengantarkan anaknya kedalam asrama. dan disanalah aku dan ibuku mengucapkan kata kata terakhir.
"anaku baik baik ya di sini, kau akan menemukan berbagai macam kejutan dan berbagai macam teman yang akan menemanimu, ibu percaya",,, "tapi bu, aku tak sanggup jauh darimu tak sanggup jauh dari keluarga, rasanya hampa. ibu aku mencitaimu" aku langsung memeluk ibuku erat erat, air mataku mengalir walau hanya setetes membasahi pipiku. "hapus air matamu, ibu percaya kau akan menjadi bintang disni, ibu percaya padamu wally"
TENG TENG TENG TENG
suara lonceng menggema keseluruh penjuru area... saatnya tiba untuk berpisah aku terbawa arus orang2 yang memasuki asrama hingga aku berpisah dengan ibuku.. "aku mencitaimu anakku" kata ibuku, itu yang terakhir aku dengar dan aku tak bisa lagi memeluknya kembali, maka aku putuskan untuk maju bersama rombongan.
sesampainya didalam kami dibariskan didepan pintu masuk lainnya di dalam kastil asrama bersama bintang binatang lainya. aku bersedih aku gelisah tak dapat lagi bersama sama keluargaku. seekor singa dewasa berdiri di atas, layaknya seperti sebuah upacara penyambutan anak baru yang masuk ke asrama, banyak yang ia katakan tapi aku tak mendengarkannya bhkan namanyapun aku tak tahu walo dia tlah memperkenalkan diriya. aku hanya terdiam sunyi menatap ke arah lantai di antara kakiku.
hingga akhirnya aku memutuskan untuk tegar dan melihat kedepan dan bertekad aku harus bisa, aku menggangkat wajahku memalingkan kedepan, melihat keseluruh arah sekitarku tepat di sebelah kananku dihalangi oleh beberapa binatang, aku melihat dari celah celah kecil sesosok beruang putih yang anggun, menatap kedepan dengan wajah yang cantik, seketika rsa sedih yangku alami terlupakan, namun bel kembali berbunyi dan rombongan kembali berjalan memasuki ruangan selanjutnya untuk menjamu para peserta asrama yang baru.
RBO Play As Monster
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 September 2010
Kamis, 23 September 2010
4 Sekawan 5 Sempurna Part 4 (AKHIR PERTANDINGAN)
AKHIR PERTANDINGAN
malam tak berganti pagi...
detik demi detik kunantikan dalam kesunyian dan kegelapan malam itu, burung burung hantu mulai berkicau membelah kesunyian di malam hari mereka mulai mencari sesuatu untuk dimakan. bulan menunjukan sosok bulatnya, bentuknya seperti melon raksasa hanya saja bersinar, memantulkan cahaya dari matahari
"aku harus tidur!" gumamkku malam itu, "aku harus bsa hadir tepat waktu di pertandingan bsk, aku tak mau menempatkan tubuhku dalam bangku paling beakang di area, aku harus berada di baris depan!"
aku tak bisa memejamkan mataku untuk tidur malam itu, setiap saat setiap detik dan menitnya benakku menggambarkan banyak imajinasi tentang kehidupanku esok hari, kebanyakan pikiranku berfikir negatif, ya memang aku selalu membayangkan yang bruk2 selalu memikirkan yang tidak-tidak hal negatif semua yang terlintas dalam benakku
aku bagkit dari tidurku, berjalan menghampiri dapur dan mengambi segelas air minum. aku malas kembali ke kamar tidurku, ternyata mau dibagaimanakan juga aku tak bsa tertidur dalam kondisi seperti ini, aku berjalan keluar rumahku, berjalan mendekati sungai dan duduk di tepi sungai di temani cahaya rembulan. ku akui langit di malam hari memang indah bertabur dengan bintang dan cahaya lainnya, hanya dingin di malam hari menusuk jiwaku, sunyi di kegelapan malam membelah hatiku.
terdengar suara semak semak yang bergerak, pohon pohon yang bergoyang di terpa angin, dan terdengar suara pohon yang tumbang.
pikiranku mulai tertuju yang tidak tidak, aku mulai ketakutan disana, aku cepat-cepat berlari menuju rumahku dan memasuki kamarku. pikiranku tak bsa berhenti berfikir yang negatif, semua ketakutanku mulai membuat aku tak bsa berfikir jernih di dalam ketakutan itu suara suara aneh mengikuti dari berbagai sisi, membuat semua buluku berdiri. Aku memejamkan mataku, berharap semua kejadian itu akan cepat berakhir, dan bersama pejaman mataku, aku terbawa menuju mimpi mimpi yang mengakhiri malam itu
paginya aku terbangun dengan pikiran yang tak tertata rapih. malam yang melelahkan malam yang menegangkan akhirnya berakhir dan inilah hari yang kutunggu tunggu. hanya dengan berbekal segelas susu yang kuminum dan sepotong kue panas yang langsungku lahap aku pergi meninggalkan rumah. ayahku tak mengucapkan apa apa setelah ku ucapkan salam pada semua keluargaku, ia hanya tersenyum sambil meminum secangkir kopi panas buatan ibuku. "mau kemana anak itu? pagi pagi sudah berlari meninggalkan rumah" tanya ibuku pada ayahku, "dia sudah menemukan sesuatu yang berharga dalam hidupnya mungkin" dilanjut dengan tawa kecil ayahku, ayah melanjutkan meminum kopi itu dan mulai melakukan pekerjaan sehari harinya. ibuku tersenyum menatapku berlari diluar sana, iapun kembali kedapur dan melanjutkan membuat sarapan untuk adikku.
aku berlari menuju tempat pertandingan itu, aku melewati rumah mada, aku tak menjemputnya karna ku kira ia sudah berada disana. aku melanjutkan berlari menuju stadium. sesampainya disna sesuai yangku perkirakan mada sudah berada di kursi paling depan menunggu pertandingan yang 2 jam lagi baru di mulai. "mada!" "oh hay wally! kukira kau yang akan datang lebih awal dariku ternyata aku salah, mav aku tidak menjemputmu tadi pagi",, aku duduk di sebelah kananya dan menghela nafas krna kelelahan "ia tak apalah, aku tak sabar apakah kejutan yang akan kita saksikan di hari ini, shank pasti menang" optimisku berkata shank akan menang dengan kekuatan nya dan semangat yang luar biasa aku pastikan ia akan menang,, "ia kita lihat saja sapa yang beruntung" seperti biasa ia tersenyum memperlihatkan gigi2nya yang putih, aku memceritakan kejadian tadi malam yang ku alami, ia serius mendegarkan ceritaku dan tersenyum.
penonton sudah berhamburan berada di stadium, menantikan pertandingan hari itu
tak lama kemudian berang-berang sang wasit ato bsa di bilang juga ketua dari pelaksana pertandingan ini berdiri di tengah-tengah lapangan, ia menjelaskan pertarungan hari ini. dan pemenang juara pertama akan mendapatkan gelar binatang terkuat di tahun ini
pertandingan shank pertama, ia harus melawan dick sang buaya.
"IYA, seekor buaya bukan ancaman bagi shank ia pasti bisa melewatinya dengan mata tertutup" kataku
penonton mulai ramai aku mengikuti arus suara mereka, menyorakan nama shank bersama pendukung-pendukungnya yang lain
tak lama kemudian "GOOOONGGGG"
pertandingan pertama dimulai
shank dan dick memasuki area pertandingan, dari berlawanan sisi mereka menatap satu sama lain
angin menerpa bulu bulu shank, keadaan mulai bertambah ramai, sorakan penonton tak bisa hentikan semangat dick untuk menyerang. dick menyerang terlebih dahulu,, ekornya yang panjang ia hentakan tubuh shank, dengan mudah shank bisa menghindari itu, dilanjutkan dengan serangan taring buaya disertai mulutnya yang besar. terlihat gigi giginya banyak dan tajam bagaikan mesin penghancur hanya saja mempunyai insting untuk bertarung. lagi lagi shank melewati serangan itu dengan mudah. shank mulai melancakan serangannya, cakarnya melukai mata kiri dick, buaya itu menjerit kesakitan. tidak basa basi shank menikam buaya itu dari belakang badannya di cabik cabik shank, luka demi luka tecipta oleh gerakan seranganya, bagaikan sebuah ukiran penuh darah di punggung seekor buaya
aku mulai optimis, sangat optimis krna kutahu shank akan menang dengan gampang, "dick akan kalah dan menangisi luka lukanya nanti diruang perawatan" pikirku, aku tersenyum puas
aku tertawa aku puas, melihat air mata dick yang bercucuran keluar dari matanya, "cengeng sekali dick dalam pertandingan sengit ini sempat2nya ia menangisi lukanya hahahah" kataku, mada dari tadi diam saja, ia terlihat tampak serius menatap area, seakan akan terjadi sesuatu yang tak terduga di area
melihat cucuran air mata dick, shank menghentikan serangannya dan mengambil ancang2 untuk melancarkan srangan terakhirnya dari belakang, ia ingin mengakhiri pertandingan ini dan mengakhiri pandangannnya dari air mata yang menghujami dick
shank berlari dan meloncat mengangkat kaki kananya dan melancakan serangan. ekor dick menghalaw shank, seketika keadaan berubah. shank terlempar ke pinggir lapangan dick yang menangis sekarang mulai tertawa. shank bangkit dan kembali menyerang dick. seberapa keras dan seberapa banyak shank melancarkan serangannya dapat di tepis dengan mudah oleh dick, seakan dick hanya mengulur waktu untuk menunggu shank kelelahan.
shank terlihat kelelahan. sedangkan dick sekarang mulai bertubi tubi menyerang dengan ekor dan taringnya, shank masi dapat menghidarnya ia melocat keudara, meloncat kesamping, kebelakang dan kedepan hingga batas staminanya telah di capainya.
"hanya itu yang kau punya?" kata dick tertawa
"sebentar lagi kau akan ku hancurkan, bersiaplah!"
dick melemparkan badannya ke udara dan mengantam shank dengan punggungnya yang berduri. luka yang dahulu belum begitu sembuh membuat sakit yang dirasakannya saat ini menjadi berkali kali lipat dari sebelumnya, ekor dcik menghentak hentakan kepala shank ketanah, dan giginya mengigit kaki kakinya yang masi terluka
buaya kejam itu tahu akan luka yang diderita shank kemarin hanya saja ia tak mempedulikannya, ia terus menyerang shank hingga sekarat, shank di buat hancur oleh dick
shank tergeletak bagai karung tak berdaya yang pasrah akan segala srangan yang dilancarkan musuhnya, dick lagi lagi melompat ke udara dan menghantam shank
BRAGgggg badannya jatuh menimpa shank....
"SHANK!" aku terdiam melihat kejadian itu akan kah shank mati? "tidak tidak mungkin, ia kuat tidak mungki..." shank tidak tertindih badan dick ia masih bisa menghindar dari serangannya
"YA MAJU SHANK!!! HANCURKAN DICK BUAT DIA MERASA.....kan...." itu kata kata terakhir yang ku ucapakan saat itu
walau shank dapat menghindar dari serangan dick namun ekor dick masih bisa menghantam shank, shank terlepar jauh ke tepi area dan pingsan...
dick yang berhasil maju kedalam final
shank bisa dikalahkan, dengan meninggalkan luka yang sangat parah di tubuhnya.
penonton bersorak soray untuk dick, dan sebagian penonton terdiam karna kekalahan shank.
dick tertawa dan meninggalkan area, tubuh shank yang tergeletak di angkut penguin-penguin perawat ke ruang perawatan
"dick terlalu kuat untuk shank" kata mada, aku masi tetap terdiam
"mungkin sekarang bukan saatnya kita melihat sebuah kebahagiaan dan kesenangan, semua ada waktunya untuk bersedih dan tertawa, hidup telah di atur wall" ia menasehatiku dan menhiburku agar aku tak terlalu terpukul, hanya semua itu tak bisa membuatku berucap kembali, aku terdiam hingga semua berakhir
pertandingan selanjutnya dimulau tapi aku tak bisa melihat ke area, yang kulihat hanyalah pandangan kosong di mataku
hingga final berakhir aku terdiam, mada setiap saat ia menasehatiku, tapi aku tetap saja terdiam, hingga akhirnya ia mengajaku untuk melihat shank di ruang perawatan setelah final berakhir...
di perjalanan menuju ruang perawatan mada bercerita tentang serunya pertandingan pertandingan hari ini. dick, ia berhasil mendapatkan gelar binatang terkuat tahun ini
setibanya disana, aku melihat shank yang telah siuman berbaring di temani mulz.
"sudahku bilang kau takan menang, lihat jadinya kau makin parah kan" mulz marah krna ucapanny kemarin terbukti benar dan shank sama sekali tak mendengarkan itu,
"aku mngkin kalah, tapi setidaknya aku berusaha untuk menang" sangah shank
"kau keras kepala shank" kata mulz
aku datang menghampiri bersama mada
"oh hy wally, mada" sapa mulz
kalian datang disaat yang tepat kemari dan temani shank
"hey shank kau tak apa?" kataku, "hahah tng saja hanya luka ringan aku masi bisa bertarung dengan kondisi seperti ini,, AWWW" shank menjerit, bahunya di pukul mulz krna ia tahu luka yang di alami shank parah " ia takan bisa berjalan untuk sementara waktu, mungkin ia akan menetap disini untuk beberapa waktu
"tdk ad org yg tdk punya tugas yg hbat d hdupnya" kata mada
"ia dan mungkin itu tugas terhebat dalam hidupku hingga saat ini, tapi tak kusanggka aku bisa terkalahkan oleh si cengeng itu" sesal shank
"itu air mata buaya, buaya takan bisa dijinakan, jikapun ia menangis bukan tanda ia telah terjinakan, ia mencari kesempatan untuk menyerang saat kita lengah" ocehku
"haha yang sdh biarkan berlalu, kita harus melihat kedepan" kata mada kembali menasehati
"tak usah kalian khawatirkan aku, aku akan baik baik saja, jika kalian ingin pulng, pulnglah, aku tak apa" shank mengubah posisi duduknya, ia mencari posisi yang enak untuk beristirahat
"mulz kira kira kapan shank akan bisa sembuh?" kataku
"mulz?" mulz menghilang aku, mada dan shank tidak merasakan dan melihat ia pergi
tiba tiba saja ia menghilang dari kami
"kau melihatnya shank?" tidak, tidak sma sekali, kemana dia?" katannya
"dalam waktu 1 menit ia kita berbicang ia telah menghilang, mungkin ia mengurus peserta yang lain" kata mada
"ia mungkin"
perbincangan dilanjutkan hingga sore, aku tak bisa menemani shank terlalu lama, aku harus segera kembali ke rumah sebelum malam tiba, begitu pula mada, ia takan mendapatkan jatah makanan jika terlambat dtng kerumah
dan hari inipun pertandingan besar berakhir
aku dan mada pulang k rmh, shank tinggal di ruang perawatan. sedangkan mulz tak terlihat jejaknya hingga kami pulang
esok hari mungkin takkan ada lagi kejadian seseru hari hari ini
setelah mada sampai di rumah, aku berjalan melewati jembatan sungai auntum sendirian. berjalan menuju rumahku yang tak jauh sendiri
langkahku terhenti, lamunanku terhenti. lagi lagi semak semak itu bergoyang dan terdengar suara pohon yang tumbang.
"ttrek tek tek trekk bruaaggg...." suara itu terdengar lagi, dan aku hanya terdiam syok
malam tak berganti pagi...
detik demi detik kunantikan dalam kesunyian dan kegelapan malam itu, burung burung hantu mulai berkicau membelah kesunyian di malam hari mereka mulai mencari sesuatu untuk dimakan. bulan menunjukan sosok bulatnya, bentuknya seperti melon raksasa hanya saja bersinar, memantulkan cahaya dari matahari
"aku harus tidur!" gumamkku malam itu, "aku harus bsa hadir tepat waktu di pertandingan bsk, aku tak mau menempatkan tubuhku dalam bangku paling beakang di area, aku harus berada di baris depan!"
aku tak bisa memejamkan mataku untuk tidur malam itu, setiap saat setiap detik dan menitnya benakku menggambarkan banyak imajinasi tentang kehidupanku esok hari, kebanyakan pikiranku berfikir negatif, ya memang aku selalu membayangkan yang bruk2 selalu memikirkan yang tidak-tidak hal negatif semua yang terlintas dalam benakku
aku bagkit dari tidurku, berjalan menghampiri dapur dan mengambi segelas air minum. aku malas kembali ke kamar tidurku, ternyata mau dibagaimanakan juga aku tak bsa tertidur dalam kondisi seperti ini, aku berjalan keluar rumahku, berjalan mendekati sungai dan duduk di tepi sungai di temani cahaya rembulan. ku akui langit di malam hari memang indah bertabur dengan bintang dan cahaya lainnya, hanya dingin di malam hari menusuk jiwaku, sunyi di kegelapan malam membelah hatiku.
terdengar suara semak semak yang bergerak, pohon pohon yang bergoyang di terpa angin, dan terdengar suara pohon yang tumbang.
pikiranku mulai tertuju yang tidak tidak, aku mulai ketakutan disana, aku cepat-cepat berlari menuju rumahku dan memasuki kamarku. pikiranku tak bsa berhenti berfikir yang negatif, semua ketakutanku mulai membuat aku tak bsa berfikir jernih di dalam ketakutan itu suara suara aneh mengikuti dari berbagai sisi, membuat semua buluku berdiri. Aku memejamkan mataku, berharap semua kejadian itu akan cepat berakhir, dan bersama pejaman mataku, aku terbawa menuju mimpi mimpi yang mengakhiri malam itu
paginya aku terbangun dengan pikiran yang tak tertata rapih. malam yang melelahkan malam yang menegangkan akhirnya berakhir dan inilah hari yang kutunggu tunggu. hanya dengan berbekal segelas susu yang kuminum dan sepotong kue panas yang langsungku lahap aku pergi meninggalkan rumah. ayahku tak mengucapkan apa apa setelah ku ucapkan salam pada semua keluargaku, ia hanya tersenyum sambil meminum secangkir kopi panas buatan ibuku. "mau kemana anak itu? pagi pagi sudah berlari meninggalkan rumah" tanya ibuku pada ayahku, "dia sudah menemukan sesuatu yang berharga dalam hidupnya mungkin" dilanjut dengan tawa kecil ayahku, ayah melanjutkan meminum kopi itu dan mulai melakukan pekerjaan sehari harinya. ibuku tersenyum menatapku berlari diluar sana, iapun kembali kedapur dan melanjutkan membuat sarapan untuk adikku.
aku berlari menuju tempat pertandingan itu, aku melewati rumah mada, aku tak menjemputnya karna ku kira ia sudah berada disana. aku melanjutkan berlari menuju stadium. sesampainya disna sesuai yangku perkirakan mada sudah berada di kursi paling depan menunggu pertandingan yang 2 jam lagi baru di mulai. "mada!" "oh hay wally! kukira kau yang akan datang lebih awal dariku ternyata aku salah, mav aku tidak menjemputmu tadi pagi",, aku duduk di sebelah kananya dan menghela nafas krna kelelahan "ia tak apalah, aku tak sabar apakah kejutan yang akan kita saksikan di hari ini, shank pasti menang" optimisku berkata shank akan menang dengan kekuatan nya dan semangat yang luar biasa aku pastikan ia akan menang,, "ia kita lihat saja sapa yang beruntung" seperti biasa ia tersenyum memperlihatkan gigi2nya yang putih, aku memceritakan kejadian tadi malam yang ku alami, ia serius mendegarkan ceritaku dan tersenyum.
penonton sudah berhamburan berada di stadium, menantikan pertandingan hari itu
tak lama kemudian berang-berang sang wasit ato bsa di bilang juga ketua dari pelaksana pertandingan ini berdiri di tengah-tengah lapangan, ia menjelaskan pertarungan hari ini. dan pemenang juara pertama akan mendapatkan gelar binatang terkuat di tahun ini
pertandingan shank pertama, ia harus melawan dick sang buaya.
"IYA, seekor buaya bukan ancaman bagi shank ia pasti bisa melewatinya dengan mata tertutup" kataku
penonton mulai ramai aku mengikuti arus suara mereka, menyorakan nama shank bersama pendukung-pendukungnya yang lain
tak lama kemudian "GOOOONGGGG"
pertandingan pertama dimulai
shank dan dick memasuki area pertandingan, dari berlawanan sisi mereka menatap satu sama lain
angin menerpa bulu bulu shank, keadaan mulai bertambah ramai, sorakan penonton tak bisa hentikan semangat dick untuk menyerang. dick menyerang terlebih dahulu,, ekornya yang panjang ia hentakan tubuh shank, dengan mudah shank bisa menghindari itu, dilanjutkan dengan serangan taring buaya disertai mulutnya yang besar. terlihat gigi giginya banyak dan tajam bagaikan mesin penghancur hanya saja mempunyai insting untuk bertarung. lagi lagi shank melewati serangan itu dengan mudah. shank mulai melancakan serangannya, cakarnya melukai mata kiri dick, buaya itu menjerit kesakitan. tidak basa basi shank menikam buaya itu dari belakang badannya di cabik cabik shank, luka demi luka tecipta oleh gerakan seranganya, bagaikan sebuah ukiran penuh darah di punggung seekor buaya
aku mulai optimis, sangat optimis krna kutahu shank akan menang dengan gampang, "dick akan kalah dan menangisi luka lukanya nanti diruang perawatan" pikirku, aku tersenyum puas
aku tertawa aku puas, melihat air mata dick yang bercucuran keluar dari matanya, "cengeng sekali dick dalam pertandingan sengit ini sempat2nya ia menangisi lukanya hahahah" kataku, mada dari tadi diam saja, ia terlihat tampak serius menatap area, seakan akan terjadi sesuatu yang tak terduga di area
melihat cucuran air mata dick, shank menghentikan serangannya dan mengambil ancang2 untuk melancarkan srangan terakhirnya dari belakang, ia ingin mengakhiri pertandingan ini dan mengakhiri pandangannnya dari air mata yang menghujami dick
shank berlari dan meloncat mengangkat kaki kananya dan melancakan serangan. ekor dick menghalaw shank, seketika keadaan berubah. shank terlempar ke pinggir lapangan dick yang menangis sekarang mulai tertawa. shank bangkit dan kembali menyerang dick. seberapa keras dan seberapa banyak shank melancarkan serangannya dapat di tepis dengan mudah oleh dick, seakan dick hanya mengulur waktu untuk menunggu shank kelelahan.
shank terlihat kelelahan. sedangkan dick sekarang mulai bertubi tubi menyerang dengan ekor dan taringnya, shank masi dapat menghidarnya ia melocat keudara, meloncat kesamping, kebelakang dan kedepan hingga batas staminanya telah di capainya.
"hanya itu yang kau punya?" kata dick tertawa
"sebentar lagi kau akan ku hancurkan, bersiaplah!"
dick melemparkan badannya ke udara dan mengantam shank dengan punggungnya yang berduri. luka yang dahulu belum begitu sembuh membuat sakit yang dirasakannya saat ini menjadi berkali kali lipat dari sebelumnya, ekor dcik menghentak hentakan kepala shank ketanah, dan giginya mengigit kaki kakinya yang masi terluka
buaya kejam itu tahu akan luka yang diderita shank kemarin hanya saja ia tak mempedulikannya, ia terus menyerang shank hingga sekarat, shank di buat hancur oleh dick
shank tergeletak bagai karung tak berdaya yang pasrah akan segala srangan yang dilancarkan musuhnya, dick lagi lagi melompat ke udara dan menghantam shank
BRAGgggg badannya jatuh menimpa shank....
"SHANK!" aku terdiam melihat kejadian itu akan kah shank mati? "tidak tidak mungkin, ia kuat tidak mungki..." shank tidak tertindih badan dick ia masih bisa menghindar dari serangannya
"YA MAJU SHANK!!! HANCURKAN DICK BUAT DIA MERASA.....kan...." itu kata kata terakhir yang ku ucapakan saat itu
walau shank dapat menghindar dari serangan dick namun ekor dick masih bisa menghantam shank, shank terlepar jauh ke tepi area dan pingsan...
dick yang berhasil maju kedalam final
shank bisa dikalahkan, dengan meninggalkan luka yang sangat parah di tubuhnya.
penonton bersorak soray untuk dick, dan sebagian penonton terdiam karna kekalahan shank.
dick tertawa dan meninggalkan area, tubuh shank yang tergeletak di angkut penguin-penguin perawat ke ruang perawatan
"dick terlalu kuat untuk shank" kata mada, aku masi tetap terdiam
"mungkin sekarang bukan saatnya kita melihat sebuah kebahagiaan dan kesenangan, semua ada waktunya untuk bersedih dan tertawa, hidup telah di atur wall" ia menasehatiku dan menhiburku agar aku tak terlalu terpukul, hanya semua itu tak bisa membuatku berucap kembali, aku terdiam hingga semua berakhir
pertandingan selanjutnya dimulau tapi aku tak bisa melihat ke area, yang kulihat hanyalah pandangan kosong di mataku
hingga final berakhir aku terdiam, mada setiap saat ia menasehatiku, tapi aku tetap saja terdiam, hingga akhirnya ia mengajaku untuk melihat shank di ruang perawatan setelah final berakhir...
di perjalanan menuju ruang perawatan mada bercerita tentang serunya pertandingan pertandingan hari ini. dick, ia berhasil mendapatkan gelar binatang terkuat tahun ini
setibanya disana, aku melihat shank yang telah siuman berbaring di temani mulz.
"sudahku bilang kau takan menang, lihat jadinya kau makin parah kan" mulz marah krna ucapanny kemarin terbukti benar dan shank sama sekali tak mendengarkan itu,
"aku mngkin kalah, tapi setidaknya aku berusaha untuk menang" sangah shank
"kau keras kepala shank" kata mulz
aku datang menghampiri bersama mada
"oh hy wally, mada" sapa mulz
kalian datang disaat yang tepat kemari dan temani shank
"hey shank kau tak apa?" kataku, "hahah tng saja hanya luka ringan aku masi bisa bertarung dengan kondisi seperti ini,, AWWW" shank menjerit, bahunya di pukul mulz krna ia tahu luka yang di alami shank parah " ia takan bisa berjalan untuk sementara waktu, mungkin ia akan menetap disini untuk beberapa waktu
"tdk ad org yg tdk punya tugas yg hbat d hdupnya" kata mada
"ia dan mungkin itu tugas terhebat dalam hidupku hingga saat ini, tapi tak kusanggka aku bisa terkalahkan oleh si cengeng itu" sesal shank
"itu air mata buaya, buaya takan bisa dijinakan, jikapun ia menangis bukan tanda ia telah terjinakan, ia mencari kesempatan untuk menyerang saat kita lengah" ocehku
"haha yang sdh biarkan berlalu, kita harus melihat kedepan" kata mada kembali menasehati
"tak usah kalian khawatirkan aku, aku akan baik baik saja, jika kalian ingin pulng, pulnglah, aku tak apa" shank mengubah posisi duduknya, ia mencari posisi yang enak untuk beristirahat
"mulz kira kira kapan shank akan bisa sembuh?" kataku
"mulz?" mulz menghilang aku, mada dan shank tidak merasakan dan melihat ia pergi
tiba tiba saja ia menghilang dari kami
"kau melihatnya shank?" tidak, tidak sma sekali, kemana dia?" katannya
"dalam waktu 1 menit ia kita berbicang ia telah menghilang, mungkin ia mengurus peserta yang lain" kata mada
"ia mungkin"
perbincangan dilanjutkan hingga sore, aku tak bisa menemani shank terlalu lama, aku harus segera kembali ke rumah sebelum malam tiba, begitu pula mada, ia takan mendapatkan jatah makanan jika terlambat dtng kerumah
dan hari inipun pertandingan besar berakhir
aku dan mada pulang k rmh, shank tinggal di ruang perawatan. sedangkan mulz tak terlihat jejaknya hingga kami pulang
esok hari mungkin takkan ada lagi kejadian seseru hari hari ini
setelah mada sampai di rumah, aku berjalan melewati jembatan sungai auntum sendirian. berjalan menuju rumahku yang tak jauh sendiri
langkahku terhenti, lamunanku terhenti. lagi lagi semak semak itu bergoyang dan terdengar suara pohon yang tumbang.
"ttrek tek tek trekk bruaaggg...." suara itu terdengar lagi, dan aku hanya terdiam syok
4 Sekawan 5 Sempurna Part 3 (PERKENALAN)
PERKENALAN
"wally, wally bangun~, wally wally~"
seseorang memanggilku, rasanya aku pernah dengar suara itu, tapi siapa?, "wally~ WALLY~ BANGUN!!"
aku mulai membuka mataku, semuanya terlihat buram tak jelas, sosok besar berdiri di sampingku siapa dia?, "wally kau melewatkan banyak hal, pertandingan ke 4 baru saja selesai, mav kau tak sempat melihatnya, kau terjatuh dan terbentur lantai dan pingsan. para penguin membawamu ke ruang awat ini"
"mada? kau kah itu?" " ia ini aku, pertandingan hari ini telah usai, besok pertandingan akan di lanjutkan, hey kau baik baik saja?" tanyanya, "ia aq baik-baik saja, hanya saja kepa.." semua kata kataku terhenti, aku kehabisan kata kata tuk di ucapkan, aku menggosokan lenganku ke mataku, mungkin mataku juga ikut terbentur dan melihat yang tidak tidak. aku memeggang pundak mada, "ada apa wall?" katanya, "lihat di belakangmu!" tepat di sebelah kananku berbaring di rawat, shank tertidur, sepertinya cederanya parah, lihat berepa banyak perban yang dibalutkan di kaki dan badannya. seketika aku mulai teringat lagi akan pertandingannya yang sangat panas. yang memang sudah sepantasnya luka luka itu di bayar oleh kemenangannya. "SHANKK???" jerit mada dengan cepat aku membungkam mulutnya agar tak berteriak kembali "ssttt kau bisa membangunkanya, kau ingat kau betapa sengitnya pertarungan yang baru ia hadapi? maka dari itu jgn kau ganggu dia" bisikku, mada menganggukan kepalanya
sepertinya teriakan itu cukup keras shank bangun dari tidurnya, ia berusaha duduk di ranjangnya dengan susah payah, tiba tiba seekor angsa menghampirinya
"wow wowwoowo.. tolong jangan dlu di paksakan shank, kau masih lemah untuk berdiri, da ku sarankan jangan kau ikuti pertandinga esok hari" kata angsa itu
ia tidak seperti dokter kebanyakan, wajahnya kelihatan masih muda dan hijau
"oh dan tolong untuk kalian jangan terlalu berisik, itu akan menggangu pasien-pasien yang lainnya" katanya
"ba,,baik pa dokter angsa" jawab mada, ia tersenyum dan berkata "jangan panggil aku pak, aku masih berumur 15 tahun, mungkin sama seperti kalian" mada dan aku kehabisan kata.kata, "hah? angsa berumur 15 tahun sudah menjadi dokter? mustahil" tanyaku dalam hati
"hey kau!" aku menoleh ke arah suara itu, ya itu shank yang berbicara "aku?", "ya kamu, kau yang kemarin memperingatkanku agar berhati-hatikan? trmakasih dan tenanglah aku tidak akan mati semudah itu, namaku shank, siapa namamu?",,, "hah? dia menanyakan namaku?"pikirku dalam hati "pasti ini pertanda akan sesuatu",," eumm namaku wally, dan ini temanku mada" jawabku lekas, "hay aku mada" mada tersenyum pada shank, ia menyengir memperlihatkan gigi putihnya sambil menggangukan kepalanya
"senang bertemu dengan kalian" timbal shank tersenyum dingin
setelah kata terakhir yang di ucapkan shank berakhir ruangan sempat membisu untuk beberapa menit. semua terdiam, hening dentakan jarum jampun sampai terdengar oleh telingaku
"setiap binatang yang telah berumur 15 tahun berhak memilih akan bertarung atau hanya diam saja, kenapa kalian memilih untuk diam dan menonton saja?" pertanyaan shank memecahkan kehenigan, tak kusangka ada juga yang akan bertanya alasanku untuk tidak ikut bertarung dalam pertandingan
"ya untuk ukuran beruang, aku ini lemah., kami tak sanggup bertarung sepertimu, kami tak mempunyai skill sepertimu, kami memilih duduk dan menonton saja agar kami selmat, ya untuk berjaga jaga hehe" jawabku
"hooo jadi begitu ya?"
percakapan beralngsung cukup lama, tak terduga hari sudah mulai gelap, dan mereka masih terdiam dalam ruang perawatan bersama peserta-peserta yang cedera
"celaka! aku harus cepat pulang, jika tidak aku tidak akan dapat jatah makanan" kata mada
"wah hhari sudah gelap akan berbahaya untuk berjalan dalam hutan di malam hari, biar kita bersama-sama pulang mada" tawarku
"wall! memang kau bisa membela dirimu dengan cedera di kepalamu itu" tanya shank meragukan, "tenang saja kepalaku sudah baik baik saja aku tidak akan apa apa" jawabkku
"tiddak aku meragukan keselamatan kalian, biar kita ber3 berjalann bersama agar lebih ama" katanya, "tapi shank ,kau bbelum.. luka mu belum benar benar sembuh"
"tnglah ini sudah biasa, luka seperti ini tdk akan membunuhku" tegas shank
mereka segera pergi dari tempat perawatan itu. tepat di luar ruang perawatan, mereka di hadang.
"STOP! kalian mau kmn? denga tubuh yang terluka kalian akan pulang begitu saja tanpa pengawasan? yang benar saja, kalian bercanda?" ya dokter itu kembali lagi, mungkin untuk memeriksa keadaan kami, tapi kami tertangkap basah akan melarikan diri dari ruang perawatan
"kalian tak bisa pergi bgtu saja tanpa ada yang mengawasi, apalagi hari sudah gelap, sangat berbahaya brjln dgn tubuh terluka di dalam hutan!!, biar aku antar"
shank memalingkan wajahnya, sepertinya ia tak senang dikawal, baginya mungkin serasa kekuatannya di ragukan oleh dokter itu. bagiku ini sangat luar biasa, aku dapat pulang dengan aman, berasama tmn baruku, lalu shank yangku tahu ia kuat dan dokter yang masi berumur 15 tahun, luar biasa
"omong-omong namaku mulz, senang bertemu dgn kalian"
"namaku wally" jawabku "aku mada" mada meneruskan, shank diam saja, nampaknya ia masih kesal krn diangap tak beradaya oleh dokter itu, "umhh dan itu shank ia juara pertandingan ke 3 hari ini" sergapku
"ia aku sdh tau, aku yang merawatnya dari ia cedera hingga tadi, dan shank sebaikya bsk jgn kau pksakan bertanding, kau tidak aka sanggup" seru mulz
"diamlah, kau tidak tahu keadaanku, aku masih cukup sanggup untuk bertarung melawan 10 hyna skaligus kali ini" jawab shank mmembuang wajah
"yah terserah padamulah" jwab mulz
waktu mengalir sangat cepat, tak terasa kami sudah sampai di rumah mada, letak rumahnya ada di pinggir sungai auntum ternyata tak jauh dari rumahku, rumahku disisi satunya sungai auntum dekat sumur tua yang besar.
sesampainya di rumahku kami berpisah, setelah aku mengucapkan trimakasih kepada mulz dan shank mereka berpisah tak lagi berjalan bersama
keduanya mempunyai pikiran yang berbeda, mungkin susah untuk di satukan
aku tersenyum krna hari ini, memalukan tapi tak terduga luar biasa menarik, kini ku menanti kedatangan hari esok. dimana final pertandingan shank dimulai
"wally, wally bangun~, wally wally~"
seseorang memanggilku, rasanya aku pernah dengar suara itu, tapi siapa?, "wally~ WALLY~ BANGUN!!"
aku mulai membuka mataku, semuanya terlihat buram tak jelas, sosok besar berdiri di sampingku siapa dia?, "wally kau melewatkan banyak hal, pertandingan ke 4 baru saja selesai, mav kau tak sempat melihatnya, kau terjatuh dan terbentur lantai dan pingsan. para penguin membawamu ke ruang awat ini"
"mada? kau kah itu?" " ia ini aku, pertandingan hari ini telah usai, besok pertandingan akan di lanjutkan, hey kau baik baik saja?" tanyanya, "ia aq baik-baik saja, hanya saja kepa.." semua kata kataku terhenti, aku kehabisan kata kata tuk di ucapkan, aku menggosokan lenganku ke mataku, mungkin mataku juga ikut terbentur dan melihat yang tidak tidak. aku memeggang pundak mada, "ada apa wall?" katanya, "lihat di belakangmu!" tepat di sebelah kananku berbaring di rawat, shank tertidur, sepertinya cederanya parah, lihat berepa banyak perban yang dibalutkan di kaki dan badannya. seketika aku mulai teringat lagi akan pertandingannya yang sangat panas. yang memang sudah sepantasnya luka luka itu di bayar oleh kemenangannya. "SHANKK???" jerit mada dengan cepat aku membungkam mulutnya agar tak berteriak kembali "ssttt kau bisa membangunkanya, kau ingat kau betapa sengitnya pertarungan yang baru ia hadapi? maka dari itu jgn kau ganggu dia" bisikku, mada menganggukan kepalanya
sepertinya teriakan itu cukup keras shank bangun dari tidurnya, ia berusaha duduk di ranjangnya dengan susah payah, tiba tiba seekor angsa menghampirinya
"wow wowwoowo.. tolong jangan dlu di paksakan shank, kau masih lemah untuk berdiri, da ku sarankan jangan kau ikuti pertandinga esok hari" kata angsa itu
ia tidak seperti dokter kebanyakan, wajahnya kelihatan masih muda dan hijau
"oh dan tolong untuk kalian jangan terlalu berisik, itu akan menggangu pasien-pasien yang lainnya" katanya
"ba,,baik pa dokter angsa" jawab mada, ia tersenyum dan berkata "jangan panggil aku pak, aku masih berumur 15 tahun, mungkin sama seperti kalian" mada dan aku kehabisan kata.kata, "hah? angsa berumur 15 tahun sudah menjadi dokter? mustahil" tanyaku dalam hati
"hey kau!" aku menoleh ke arah suara itu, ya itu shank yang berbicara "aku?", "ya kamu, kau yang kemarin memperingatkanku agar berhati-hatikan? trmakasih dan tenanglah aku tidak akan mati semudah itu, namaku shank, siapa namamu?",,, "hah? dia menanyakan namaku?"pikirku dalam hati "pasti ini pertanda akan sesuatu",," eumm namaku wally, dan ini temanku mada" jawabku lekas, "hay aku mada" mada tersenyum pada shank, ia menyengir memperlihatkan gigi putihnya sambil menggangukan kepalanya
"senang bertemu dengan kalian" timbal shank tersenyum dingin
setelah kata terakhir yang di ucapkan shank berakhir ruangan sempat membisu untuk beberapa menit. semua terdiam, hening dentakan jarum jampun sampai terdengar oleh telingaku
"setiap binatang yang telah berumur 15 tahun berhak memilih akan bertarung atau hanya diam saja, kenapa kalian memilih untuk diam dan menonton saja?" pertanyaan shank memecahkan kehenigan, tak kusangka ada juga yang akan bertanya alasanku untuk tidak ikut bertarung dalam pertandingan
"ya untuk ukuran beruang, aku ini lemah., kami tak sanggup bertarung sepertimu, kami tak mempunyai skill sepertimu, kami memilih duduk dan menonton saja agar kami selmat, ya untuk berjaga jaga hehe" jawabku
"hooo jadi begitu ya?"
percakapan beralngsung cukup lama, tak terduga hari sudah mulai gelap, dan mereka masih terdiam dalam ruang perawatan bersama peserta-peserta yang cedera
"celaka! aku harus cepat pulang, jika tidak aku tidak akan dapat jatah makanan" kata mada
"wah hhari sudah gelap akan berbahaya untuk berjalan dalam hutan di malam hari, biar kita bersama-sama pulang mada" tawarku
"wall! memang kau bisa membela dirimu dengan cedera di kepalamu itu" tanya shank meragukan, "tenang saja kepalaku sudah baik baik saja aku tidak akan apa apa" jawabkku
"tiddak aku meragukan keselamatan kalian, biar kita ber3 berjalann bersama agar lebih ama" katanya, "tapi shank ,kau bbelum.. luka mu belum benar benar sembuh"
"tnglah ini sudah biasa, luka seperti ini tdk akan membunuhku" tegas shank
mereka segera pergi dari tempat perawatan itu. tepat di luar ruang perawatan, mereka di hadang.
"STOP! kalian mau kmn? denga tubuh yang terluka kalian akan pulang begitu saja tanpa pengawasan? yang benar saja, kalian bercanda?" ya dokter itu kembali lagi, mungkin untuk memeriksa keadaan kami, tapi kami tertangkap basah akan melarikan diri dari ruang perawatan
"kalian tak bisa pergi bgtu saja tanpa ada yang mengawasi, apalagi hari sudah gelap, sangat berbahaya brjln dgn tubuh terluka di dalam hutan!!, biar aku antar"
shank memalingkan wajahnya, sepertinya ia tak senang dikawal, baginya mungkin serasa kekuatannya di ragukan oleh dokter itu. bagiku ini sangat luar biasa, aku dapat pulang dengan aman, berasama tmn baruku, lalu shank yangku tahu ia kuat dan dokter yang masi berumur 15 tahun, luar biasa
"omong-omong namaku mulz, senang bertemu dgn kalian"
"namaku wally" jawabku "aku mada" mada meneruskan, shank diam saja, nampaknya ia masih kesal krn diangap tak beradaya oleh dokter itu, "umhh dan itu shank ia juara pertandingan ke 3 hari ini" sergapku
"ia aku sdh tau, aku yang merawatnya dari ia cedera hingga tadi, dan shank sebaikya bsk jgn kau pksakan bertanding, kau tidak aka sanggup" seru mulz
"diamlah, kau tidak tahu keadaanku, aku masih cukup sanggup untuk bertarung melawan 10 hyna skaligus kali ini" jawab shank mmembuang wajah
"yah terserah padamulah" jwab mulz
waktu mengalir sangat cepat, tak terasa kami sudah sampai di rumah mada, letak rumahnya ada di pinggir sungai auntum ternyata tak jauh dari rumahku, rumahku disisi satunya sungai auntum dekat sumur tua yang besar.
sesampainya di rumahku kami berpisah, setelah aku mengucapkan trimakasih kepada mulz dan shank mereka berpisah tak lagi berjalan bersama
keduanya mempunyai pikiran yang berbeda, mungkin susah untuk di satukan
aku tersenyum krna hari ini, memalukan tapi tak terduga luar biasa menarik, kini ku menanti kedatangan hari esok. dimana final pertandingan shank dimulai
4 Sekawan 5 Sempurna Part 2 (SURVIVE)
SURVIVE
api menyala di atas tungku obor raksasa menandakan 5 menit lagi pertandingan akan di laksanakan. seluruh kursi telah penuh di isi oleh penonton. semua bersorak soray mengibarakn bendera dan nama jagoannya masing masing. cuaca sangat cerah matahari bersinar terang di temani awan awan putih di langit yang biru.
"aku tak sabar ingin melihat pertandingan shanks lagi" kataku pada mada, "shanks? srigala itu? kau mengenalnya?" kata mada, "tentu saja tidak, kmarin aku melihatnya bertandng melawan resel, hanya 2 kali pukulan ia bisa menumbangkannya" jawabku, "asal kau tahu kemarinpun aku menonton pertandingannya, dan terpukau begitu melihatnya menyerang, dan usai pertandingan aku berpapasan dengannya di luar" sambil mengelus-elus bokongnya yang tadi jatuh, "waw benarkah? aku..." gonnggg!!!!
percakapan terhenti oleh bunyi tanda pertandingan di mulai
kali ini sistem pertandingannya survive 10 peserta langsung di masukan kedalam area dan mereka saling menyerang dan bertahan hingga tersisa 1 binatang, dikarnakan ada 40 peserta yang tersisa maka akan di adakan 4 kali pertandingan, yang artinya pertandingan akan berlangsung sangat lama
babak pertama di mulai
3 ekor srigala 2 ekor buaya 3 ekor beruang seekor harimau dan seekor tupai masuk ke area pertandingan
aq masih belum melihat shanks di area
mataku masi mencari shanks tapi memang btul tak ada dalam pertandingan ini
"apa yang di lakukan seekor tupai itu?" celaka bila terbunuh" kata mada
aku tidak menghiraukanya, pikiranku membayangkan apa yang akan terjadi di pertadingan shank berikutnya.
ke 10 peserta saling menyerang, saling bertahan menghadapi hujaman serangan yg di berikan lawanya, tupai itu berlari, hanya berlari dengan sangat gesit menhindar dari seluruh serangan yang di lancarkan musuh musuhnya
pertandingan pertama berakhir buaya bernama dick juaranya, sang tupai kelelahan dan terkena buntut dick hanya itu yang kutahu dari pertandingan pertama, aku tak terlalu memperhatikan, tapi mungkin mada memperhatikan setiap detail pertandingan ini
pertandingan ke 2 di mulai tak lama kemudian kini banyak yang tak masuk akal
seekor landak, 4 ekor badak, 2 ekor monyet 2 ekor harimau dan seekor hamster yang bertanding
hatiku bertanya apa yang dilakukan binatang-binatang kecil itu dalam pertandingan? aku saja yang berbadan besar dan mada tdk mengikutin prtndngn itu.
tak terduga pertandingan hanya berlangsung beberapa menit saja
pemenang babak 2 ini badak bernama rio
kini pertandingan ke 3
2 ekor beruang
3 ekor singa
2 ekor badak
2 ekor buaya
dan seekor srigala
"lihat. shank!" jeritku, "pertandingan ini akan sangat panas spertinya" kata mada, "ya akan banya kejutan dalam pertandingan"
aku terdiam, mada berbicara kepadaku tapi aku tak terlalu mendegarnya, aku melihat semua peserta babak ke 3, mencoba menganalisis mereka
gong!
pertandingan dimulai
sperti biasa shank hanya diam menunggu, sementara yang lain sudah muai menyerang, 2 badak itu datang megnhampirinya menyerang dari 2 sisi yang berbeda, dalam waktu yang tepat ia loncat dan membiarkan badak itu saling beradu lalu mencakar kedua kaki badak badak itu, shank berlari mengitari area, tak banyak gerak ia langsung menyegap singa dari belakang, menghantap singa yang sedang menyerang beruang, lalu loncat dan mendarat degan taring yang tajam ke pundak beruang.
pertandingan mulai memanas, darahku memanas mataku terpaku tak bisa berpaling dari area
satu singa terlempar keluar oleh badak, beruang beruang sudah tumbang di kalahkan shank, sialnya buaya harus terinjak oleh badak
kini tinggal 1 singa 1 buaya 2 badak dan shank yang tersisa
shank berlari menuju badak itu, tak di sadari dari sisi kananya buaya meyergap, menghindar dari serangan buaya ia loncat tapi tak segampang itu, singa menerkakm kaki kanan depanya, jatuh dan terperosok ke pinggir area, kakinya berlumuran darah dan serangan belum selesai singa itu masih mengejarnya dan ketika ia akan menyerang shank dari sisi kirinya singa itu di hantam badak, terlempar ke sisi lain area dan langsung pingsan, sementara itu badak yang lainnya mendekati shank bersiap menghantamnya, dengan susah payah shank berdiri dan meloncat tapi terlambat, 2 kaki belakangnya terkena hantaman badak itu, shank kembali jatuh
hm tak bisa di percaya, apa hanya sampai disni saja shank? dalam hatiku berkata
aku langsung menundukan kepalaku untuk beberapa menit kecewa aka kekalahanya, lalu aku melihat mada yang tersenyu melihat pertandingan dan berkata "lihat dulu jangan asal memutuskan"
kembali mataku ku alihkan ke area pertandingan, shank sedang loncat,"hah ia masi bisa meloncat dengan kakinya yang berlumuran darah itu" kataku dalam hati
"kini hanya tinggal badak buaya dan shank yang bertahan, badak yang satunya telah tumbang digigit shank" kata mada, "hah benarkah itu" sambil mengosok mataku dengan tangan kanan
"haha makannya nonton saja dlu lihat apa yang akan terjadi selanjutnya"
shank melompat ke atas badak itu, badak itu berusaha menjatuhkan shank, badannya kesakitan tertusuk cakar shank, buaya ikut meloncat ke atas badak tapi tak berhasil, ia terkena tanduk badak itu dan terpental 5 meter ke depan, badak itu tak bisa berhenti bergerak, kesakitan kelelahan tapi ia trus berusaha menjatuhkan shank, shank loncat dan diam di pinggir area, bada itu kesal dan berusaha mengahantam shank, shank bersiap dengan kuda kudanya, 3 detik sebelum hantaman itu mengenai dirinya ia langsung meloncat ke kanan, badak menghantam tembok dan terjatuh, dengan kesempatan itu shank langsung menyerha kepalanya
dan shank keluar sebagai pemenanganya
semua penonton bersorak sorai untuk shank
aku girang meloncat-loncat karena senang bukan main, semua penonton berteriak dan terhibur oleh pertandingan shank
di banku yang ku duduki aku berdiri dan meloncat-loncat
mada melihatku dah tersenyum ikut senang, aku terus meloncat-locat dan BBBRAAGG!!, kursi yang kuloncati tak sanggup menahanku, hancur dan menyebabkanku terjatuh dan kepalaku terbentur lantai hingga pingsan
api menyala di atas tungku obor raksasa menandakan 5 menit lagi pertandingan akan di laksanakan. seluruh kursi telah penuh di isi oleh penonton. semua bersorak soray mengibarakn bendera dan nama jagoannya masing masing. cuaca sangat cerah matahari bersinar terang di temani awan awan putih di langit yang biru.
"aku tak sabar ingin melihat pertandingan shanks lagi" kataku pada mada, "shanks? srigala itu? kau mengenalnya?" kata mada, "tentu saja tidak, kmarin aku melihatnya bertandng melawan resel, hanya 2 kali pukulan ia bisa menumbangkannya" jawabku, "asal kau tahu kemarinpun aku menonton pertandingannya, dan terpukau begitu melihatnya menyerang, dan usai pertandingan aku berpapasan dengannya di luar" sambil mengelus-elus bokongnya yang tadi jatuh, "waw benarkah? aku..." gonnggg!!!!
percakapan terhenti oleh bunyi tanda pertandingan di mulai
kali ini sistem pertandingannya survive 10 peserta langsung di masukan kedalam area dan mereka saling menyerang dan bertahan hingga tersisa 1 binatang, dikarnakan ada 40 peserta yang tersisa maka akan di adakan 4 kali pertandingan, yang artinya pertandingan akan berlangsung sangat lama
babak pertama di mulai
3 ekor srigala 2 ekor buaya 3 ekor beruang seekor harimau dan seekor tupai masuk ke area pertandingan
aq masih belum melihat shanks di area
mataku masi mencari shanks tapi memang btul tak ada dalam pertandingan ini
"apa yang di lakukan seekor tupai itu?" celaka bila terbunuh" kata mada
aku tidak menghiraukanya, pikiranku membayangkan apa yang akan terjadi di pertadingan shank berikutnya.
ke 10 peserta saling menyerang, saling bertahan menghadapi hujaman serangan yg di berikan lawanya, tupai itu berlari, hanya berlari dengan sangat gesit menhindar dari seluruh serangan yang di lancarkan musuh musuhnya
pertandingan pertama berakhir buaya bernama dick juaranya, sang tupai kelelahan dan terkena buntut dick hanya itu yang kutahu dari pertandingan pertama, aku tak terlalu memperhatikan, tapi mungkin mada memperhatikan setiap detail pertandingan ini
pertandingan ke 2 di mulai tak lama kemudian kini banyak yang tak masuk akal
seekor landak, 4 ekor badak, 2 ekor monyet 2 ekor harimau dan seekor hamster yang bertanding
hatiku bertanya apa yang dilakukan binatang-binatang kecil itu dalam pertandingan? aku saja yang berbadan besar dan mada tdk mengikutin prtndngn itu.
tak terduga pertandingan hanya berlangsung beberapa menit saja
pemenang babak 2 ini badak bernama rio
kini pertandingan ke 3
2 ekor beruang
3 ekor singa
2 ekor badak
2 ekor buaya
dan seekor srigala
"lihat. shank!" jeritku, "pertandingan ini akan sangat panas spertinya" kata mada, "ya akan banya kejutan dalam pertandingan"
aku terdiam, mada berbicara kepadaku tapi aku tak terlalu mendegarnya, aku melihat semua peserta babak ke 3, mencoba menganalisis mereka
gong!
pertandingan dimulai
sperti biasa shank hanya diam menunggu, sementara yang lain sudah muai menyerang, 2 badak itu datang megnhampirinya menyerang dari 2 sisi yang berbeda, dalam waktu yang tepat ia loncat dan membiarkan badak itu saling beradu lalu mencakar kedua kaki badak badak itu, shank berlari mengitari area, tak banyak gerak ia langsung menyegap singa dari belakang, menghantap singa yang sedang menyerang beruang, lalu loncat dan mendarat degan taring yang tajam ke pundak beruang.
pertandingan mulai memanas, darahku memanas mataku terpaku tak bisa berpaling dari area
satu singa terlempar keluar oleh badak, beruang beruang sudah tumbang di kalahkan shank, sialnya buaya harus terinjak oleh badak
kini tinggal 1 singa 1 buaya 2 badak dan shank yang tersisa
shank berlari menuju badak itu, tak di sadari dari sisi kananya buaya meyergap, menghindar dari serangan buaya ia loncat tapi tak segampang itu, singa menerkakm kaki kanan depanya, jatuh dan terperosok ke pinggir area, kakinya berlumuran darah dan serangan belum selesai singa itu masih mengejarnya dan ketika ia akan menyerang shank dari sisi kirinya singa itu di hantam badak, terlempar ke sisi lain area dan langsung pingsan, sementara itu badak yang lainnya mendekati shank bersiap menghantamnya, dengan susah payah shank berdiri dan meloncat tapi terlambat, 2 kaki belakangnya terkena hantaman badak itu, shank kembali jatuh
hm tak bisa di percaya, apa hanya sampai disni saja shank? dalam hatiku berkata
aku langsung menundukan kepalaku untuk beberapa menit kecewa aka kekalahanya, lalu aku melihat mada yang tersenyu melihat pertandingan dan berkata "lihat dulu jangan asal memutuskan"
kembali mataku ku alihkan ke area pertandingan, shank sedang loncat,"hah ia masi bisa meloncat dengan kakinya yang berlumuran darah itu" kataku dalam hati
"kini hanya tinggal badak buaya dan shank yang bertahan, badak yang satunya telah tumbang digigit shank" kata mada, "hah benarkah itu" sambil mengosok mataku dengan tangan kanan
"haha makannya nonton saja dlu lihat apa yang akan terjadi selanjutnya"
shank melompat ke atas badak itu, badak itu berusaha menjatuhkan shank, badannya kesakitan tertusuk cakar shank, buaya ikut meloncat ke atas badak tapi tak berhasil, ia terkena tanduk badak itu dan terpental 5 meter ke depan, badak itu tak bisa berhenti bergerak, kesakitan kelelahan tapi ia trus berusaha menjatuhkan shank, shank loncat dan diam di pinggir area, bada itu kesal dan berusaha mengahantam shank, shank bersiap dengan kuda kudanya, 3 detik sebelum hantaman itu mengenai dirinya ia langsung meloncat ke kanan, badak menghantam tembok dan terjatuh, dengan kesempatan itu shank langsung menyerha kepalanya
dan shank keluar sebagai pemenanganya
semua penonton bersorak sorai untuk shank
aku girang meloncat-loncat karena senang bukan main, semua penonton berteriak dan terhibur oleh pertandingan shank
di banku yang ku duduki aku berdiri dan meloncat-loncat
mada melihatku dah tersenyum ikut senang, aku terus meloncat-locat dan BBBRAAGG!!, kursi yang kuloncati tak sanggup menahanku, hancur dan menyebabkanku terjatuh dan kepalaku terbentur lantai hingga pingsan
4 Sekawan 5 Sempurna Part 1 (THE BEGIN)
THE BEGIN
berawal dari sebuah pertandingan bela diri, yang kuat ialah yg menang
di hutan hukum rimbalah yang berkuasa diterapkan pada pertandingan hari itu
semua isi stadium bersorak soray, mendukung jagoanya untuk menang. Aku yang baru pertama kali melihat pertandingan itu duduk di paling depang dengan ayahku
oh hampir lupa namaku wally aku seekor beruang berkulit coklat yang baru saja berumur 15 tahun, disini
bila kalian suda terhitung 15 tahun dar kalian lahir, kalian wajib memilih akan menonton pertandingan atau melakukan pertandingan
stiap tahun kami selalu menyelenggarakan sebuah pertandingan untuk mengetahuin seberapa banyak anak berbakat dari semua kalangan binatang
ia aku tidak percaya diri untuk mengikuti pertandingan itu, jadi kuputuskan untuk hanya menonton seperti kebanyakan anak
gonnggggggg!!!!
pertandingan dimulai
mataku terpaku melihat pertandingan itu, di awali dengan martin sang badak melawan wendi si singa, dengan hanya sekejap martin bisa di tumbangkan dan wendi maju kebabak selanjutnya
pertandingan berlanjut terus semakin sini terasa semakin membosankan aku mulai mengantuk, dan pertandingan hari itu di akhiri oleh pertandingan resel sang harimau yang gagah dan kuat melawan bloodshanks sang srigala yang terlihat santai
gong!!!!
pertandingan terakhir dimulai, yah seperti biasa krna trnyata smua sngat membosankan jadi aku tidak terlalu memperhatikan apalagi kali ini shank spertinya akan kalah krna dia tidak punya kuda-kuda awal yg bagus dan terlihat tidak begitu kuat
strike!! resel menyerang secepat kilat melalui udara menyergap dengan taringnya yg panjang dan tajam shank hanya diam duduk melihat, hah? apa yang dia lakukan? dia bisa mati jika hanya diam!
refleks krna kasian aku berteriah shank awas!! KAU AKAN MATI JIKA TAK BERGERAK!!! shank mendegarkan suaraku dia tersenyum sini kepadaku dan memiringkan kepalanya
sekejap taring resel di tangkis oleh shanks hingga 2 taring yang dimilikinya potong 1 dan giginya berlumuran darah...
aq terdiam melihat kekuatanya hanya dengan satu serangan ia bisa menangkisnya...
dan dengan refleksnya shank mengakhiri pertandinganya menyerang gigi yang satunya hingga patah dan reselpun menagis kehilangan taring taringnya...
baru pertamakali aku menonton pertandingan itu dan terpukaun di akhirnya oleh pertandingan shanks, pertandingan babak penyisihan hari itu selesai dilanjutkan hari selanjutnya
esok hari
pagi-pagi sekali aku mengajak ayahku untuk menonton pertandingan itu tapi ayahku takbisa krna bnyk pekerjaan menantinya
hinggaku berlari menuju stadium seorang diri dan kembali duduk di kursi paling depan menantikan pertandingan shanks
hari itu masih pagi, aku datang 3jam lebih awal agar mendapatkan kursi paling depan, hanya beberapa binatang yang baru datang, tak lama kemudian muncul seekor gajah berlari, sepertinya ia pun sa ingin duduk di dpn sprtiku jadi aku tidak menghiraukanya, gajah itu terpeleset dan terpental, bgtu aku melihat kebelakang badannya yang besar berada tepat 1 cm di dpn wajahku
gubrag kejadian yang memalukan dan kepalaku sakit terkena badannya, gajah itu meminta maav tak henti meminta maav kepadaku walao ku sudah memaafkannnya ia tak henti2nya meminta maav kepadaku, "ah sudahlah aku sdh memaavkanmu skr kau boleh duduk di sebelahku, setidaknya kita bisa berbincang2 ttg pertandingan hari ini dan saling berkenalan" kataku
"mav mav sekali aku tidak sengaja, disana terdapat potongan pisang yang tak terlihat, mavkan aku" katanya "ah sudahalah hentikan" balasku "omong2 namaku wally, kamu?" "mada, ia aku si gajah mada org2 sering memangiku mada"
setelah perkenalan itu kami saling memperkenalkan dan menceritakan ttg diri masing2 hingga pertandingan dimulai
berawal dari sebuah pertandingan bela diri, yang kuat ialah yg menang
di hutan hukum rimbalah yang berkuasa diterapkan pada pertandingan hari itu
semua isi stadium bersorak soray, mendukung jagoanya untuk menang. Aku yang baru pertama kali melihat pertandingan itu duduk di paling depang dengan ayahku
oh hampir lupa namaku wally aku seekor beruang berkulit coklat yang baru saja berumur 15 tahun, disini
bila kalian suda terhitung 15 tahun dar kalian lahir, kalian wajib memilih akan menonton pertandingan atau melakukan pertandingan
stiap tahun kami selalu menyelenggarakan sebuah pertandingan untuk mengetahuin seberapa banyak anak berbakat dari semua kalangan binatang
ia aku tidak percaya diri untuk mengikuti pertandingan itu, jadi kuputuskan untuk hanya menonton seperti kebanyakan anak
gonnggggggg!!!!
pertandingan dimulai
mataku terpaku melihat pertandingan itu, di awali dengan martin sang badak melawan wendi si singa, dengan hanya sekejap martin bisa di tumbangkan dan wendi maju kebabak selanjutnya
pertandingan berlanjut terus semakin sini terasa semakin membosankan aku mulai mengantuk, dan pertandingan hari itu di akhiri oleh pertandingan resel sang harimau yang gagah dan kuat melawan bloodshanks sang srigala yang terlihat santai
gong!!!!
pertandingan terakhir dimulai, yah seperti biasa krna trnyata smua sngat membosankan jadi aku tidak terlalu memperhatikan apalagi kali ini shank spertinya akan kalah krna dia tidak punya kuda-kuda awal yg bagus dan terlihat tidak begitu kuat
strike!! resel menyerang secepat kilat melalui udara menyergap dengan taringnya yg panjang dan tajam shank hanya diam duduk melihat, hah? apa yang dia lakukan? dia bisa mati jika hanya diam!
refleks krna kasian aku berteriah shank awas!! KAU AKAN MATI JIKA TAK BERGERAK!!! shank mendegarkan suaraku dia tersenyum sini kepadaku dan memiringkan kepalanya
sekejap taring resel di tangkis oleh shanks hingga 2 taring yang dimilikinya potong 1 dan giginya berlumuran darah...
aq terdiam melihat kekuatanya hanya dengan satu serangan ia bisa menangkisnya...
dan dengan refleksnya shank mengakhiri pertandinganya menyerang gigi yang satunya hingga patah dan reselpun menagis kehilangan taring taringnya...
baru pertamakali aku menonton pertandingan itu dan terpukaun di akhirnya oleh pertandingan shanks, pertandingan babak penyisihan hari itu selesai dilanjutkan hari selanjutnya
esok hari
pagi-pagi sekali aku mengajak ayahku untuk menonton pertandingan itu tapi ayahku takbisa krna bnyk pekerjaan menantinya
hinggaku berlari menuju stadium seorang diri dan kembali duduk di kursi paling depan menantikan pertandingan shanks
hari itu masih pagi, aku datang 3jam lebih awal agar mendapatkan kursi paling depan, hanya beberapa binatang yang baru datang, tak lama kemudian muncul seekor gajah berlari, sepertinya ia pun sa ingin duduk di dpn sprtiku jadi aku tidak menghiraukanya, gajah itu terpeleset dan terpental, bgtu aku melihat kebelakang badannya yang besar berada tepat 1 cm di dpn wajahku
gubrag kejadian yang memalukan dan kepalaku sakit terkena badannya, gajah itu meminta maav tak henti meminta maav kepadaku walao ku sudah memaafkannnya ia tak henti2nya meminta maav kepadaku, "ah sudahlah aku sdh memaavkanmu skr kau boleh duduk di sebelahku, setidaknya kita bisa berbincang2 ttg pertandingan hari ini dan saling berkenalan" kataku
"mav mav sekali aku tidak sengaja, disana terdapat potongan pisang yang tak terlihat, mavkan aku" katanya "ah sudahalah hentikan" balasku "omong2 namaku wally, kamu?" "mada, ia aku si gajah mada org2 sering memangiku mada"
setelah perkenalan itu kami saling memperkenalkan dan menceritakan ttg diri masing2 hingga pertandingan dimulai
Langganan:
Postingan (Atom)